Category Archives: Kebun

Enjoyable Bali – Taman Ujung

Karena lokasinya dalam rute perjalanan dari Amed ke Kuta, kami sempatkan mampir ke Taman Ujung.

Taman Ujung
Seluruh areal Taman Ujung dari tempat tertinggi dengan gunung dan laut sebagai background

 

Kami hanya mampir sebentar dan belum eksplor area ini yang merupakan tempat peristirahatan kerajaan Karangasem

Enjoyable Bali – Kebun Raya Bali

Kebun ini luar biasa mengagumkan besarnya. Hutan Pinus adalah tempat favorit saya.

Kebun Raya Bali memang tidak di daerah Ubud. Kalau lihat peta, letaknya di utara Ubud, di daerah Bedugul dekat dengan gunung dengan waktu tempuh sekitar satu setengah jam saja. Inilah keuntungan dengan menyewa mobil, bisa kemana saja, jauh sekalipun. Sepanjang perjalanan, saya katakan ke istri kalau Monkey Forest bikin mupeng. Pengen masuk kesana dan jalan di hutannya tapi kalau bisa tanpa monyet, which is gak mungkin. Males banget kalau ada monyet yang ngerjain kita, mending ga usah.

Tetapi keinginan itu terpenuhi begitu masuk kebun raya. Mata saya langsung jadi ijo. Banyak ungkapan kekaguman yang saya ucapkan sembari memasuki area kebuh setelah dari gate. Kemegahan kebun makin diperjelas dengan patung-patung cerita Ramayana yang ukurannya sangat besar dan detil. Berbekal peta yang diberi waktu bayar tiket masuk, kami menelusuri jalan taman dengan tetap di dalam mobil. AC mobil tidak perlu lagi, jendela mobil diturunkan supaya udara dingin dan sejuk diluar bisa masuk dan menyegarkan pikiran.

Sky yang tidak bisa ngelepasin tripod Hutan Pinus    Hutan Pinus    Hutan Pinus    Hutan Pinus    Hutan Pinus    Rose Garden    Rose Garden    Rose Garden    Patung Rahwana    Dibawah pohon cemara    Patung Rahwana
Sky yang tidak bisa ngelepasin tripod

 

 

Hutan Pinus

Tidak semua taman-taman di dalam Kebun Raya kami kunjungi karena luas dan besarnya. Pemberhentian pertama kami di hutan pinus. Mobil cukup diparkir dipinggir jalan lalu kami bermain di hutan pinus. Tempatnya sepi, kami bisa berteriak lepas. Saya minta Misael nyanyi “I am a promise”, lagu graduationnya. Dengan suara keras sambil berdiri di atas batu dia menyanyi dengan suara yang menggema.

Disini juga kami berlarian di tanah yang tertutup dengan daun dan ditumbuhi tumbuhan paku-pakuan. Beberapa kali Sky terjatuh di tanah, tapi tidak ada luka karena permukaan yang soft. Anak-anak bermain hide and seek, sambil ketawa-ketawa. Beberapa kali saya tanya ke mereka dan jawabnya “I am happy”. Dan saya puas dengan jawaban mereka. Tidak jauh dari situ ada pohon beringin tua, terlihat agak spooky tapi memang terlihat bagus. Kami foto dibawahnya. Sambil mempersiapkan kamera Sky main-main tanah dibawah pohon ini dengan senangnya.

 

Rose Garden

Udara makin dingin karena hari makin sore dan mendung. Tidak terasa kalau ada uap air yang keluar saat kita ngomong. Pemberhentian kedua ada di Rose Garden dekat dengan Patung Rahwana. Istri saya senang dengan bunga mawar karena dirumah juga dia merawat mawar. Cuman kenapa di rumah bunga mawarnya kecil-kecil, sedangkan di kebun ini kelopaknya besar walaupun sangat fragile alias mudah rontok. Disini juga pertama kali saya mencium bunga mawar putih yang benar-benar wangi. Selain mawar putih, ada juga merah dan oranye dengan tangkai yang tinggi.

Masih ada banyak taman-taman yang belum kami kunjungi. Yang saya ingat antara lain: taman palem, taman paku-pakuan, aquatic, anggrek, taman bambu, taman adventure dengan high rope dan flying fox. Kami ada di Kebun Raya ini sampai benar-benar jam terakhir. Sebelum pulang, kami kembali ngiterin kebun. Naik kembali ke hutan pinus, turun ke guest house kosong dengan lake view yang magnificent, lalu melalui jalan berkelok-kelok menuju VIP guest house kosong dan akhirnya ke Rose Garden lalu pintu keluar. Kami benar-benar mobil terakhir yang meninggalkan Kebun Raya di sekitar pukul 18:10.

Kami sekeluarga puas dan  ingin kembali lagi ke Kebun Raya yang bagus dan sangat murah. Kami hanya bayar 26 ribu saja untuk dua dewasa dan biaya mobil untuk taman yang seluas ini.

Peta Kebun Raya Bali

Unusual Lembang Attraction

Ada satu lahan di daerah Lembang yang dimiliki oleh UPI (= Universitas Pendidikan Indonesia). Lahan itu kosong dan diusahakan orang dengan menanam sayur seperti jagung, singkong dan brokoli. Saat berkunjung ke rumah Oppung, kami main ke lahan itu. Lokasinya di Jalan Kolonel Masturi. Sesampainya di lahan itu terlihat jelas perbedaan antara Misael dan Sky.

Terabas , duduk dan main tanah

Sky langsung nyelonong turun ke tanah sedangkan Misael masih lihat-lihat. Misael memilih jalan yang padat, Sky main terabas saja. Saat capek, Misael ngerajuk minta gendong atau minta alas sandal buat duduk di tanah, sedangkan Sky langsung duduk ditanah. Misael pegang daun-daun, dan sesekali pegang tanah. Sebaliknya Sky ngaduk-ngaduk tanah dengan jari bahkan “membabtis” diri dengan mengguyur kepala dengan tanah. Itu hanya sebagian perbedaan antara si kakak dan adiknya.

Ditengah kebun brokoli

Walaupun demikian mereka merasa senang karena main di luar dengan udara segar dan sejuk. Terlihat bedanya saat mereka ada di mall atau tempat belanja, walaupun capek bermain diluar, mereka terlihat segar. Tak lupa juga Mama Misael dapat hadiah dua pohon cabe yang sudah berbuah lebat. Dan moga-moga pohon cabenya bisa hidup dan juga berbuah kalau ditanam di Cikarang karena tidak hanya pohon yang dibawa, tanah Lembang (yang terkenal subur) sekalian dibawa.

 

Oleh-oleh yang diharapkan berbuah lebat di Cikarang

Malam itu kami makan dengan sambal dari cabe yang pohonnya kami bawa pulang. Hanya cabe, bawang putih dan garam yang diuleg, enak dan segar. Cabe fresh from the tree. What an unusual activities in Lembang.

Salam dari Bandung

 

Our Christmas Tree

Yang berbeda dari suasana Natal tahun ini adalah hadirnya pohon Natal dirumah kami. Sejak kami menikah hingga anak kedua lahir, masih saja males untuk memiliki pohon Natal. 

Alasan males ini karena:

1. Pikirannya selalu tentang pohon Natal yang dijual di ACE Hardware/Matahari/Dept Store etc. Yaitu pohon dari plastik yang mesti dipasang, dibongkar dan disimpan. Tahun depan mesti dibersihin dari debu untuk dibongkar dan pasang lagi. Apalagi gudang rumah kami ada di attic, males naik turun. Ribet!!

2. Tidak ada pohon Natal plastik yang awet. Yang awet bisa berjuta-juta harganya. Jadi beli pohon Natal selalu campur dengan ungkapan “Yah putus…” atau  “yah ilang…” Apalagi dengan kehadiran Sky yang selalu penasaran. Bisa-bisa itu pohon jadi pitak.

3. Harga makin ngga masuk akal. Toko yang jual bener-bener ngeduk keuntungan yang banyak. Harga dan value ga banding.

Di sisi lain, Misael selalu nanyain “Pa… mau beli Christmas tree?”, dan tentunya tidak cuman nanya sekali saja. Sering!!. Lalu munculah ide untuk punya pohon Natal yang asli, yaitu cemara hidup yang dihias. Ide itu makin kuat saja saat lihat teman yang juga beli pohon cemara asli dan dijadikan pohon Natal setelah dipasang aksesoriesnya.

Terus terang saja, saya baru kenal beberapa jenis pohon cemara bulan Desember ini. Misalnya:

1. Cemara lilin (=kurus tinggi daun kecil-kecil). Kalau dijadikan pohon natal, kesannya kok pohonnya cungkring (=kurus). Cocok jadi pagar daripada pohon Natal.

2. Cemara afrika, seperti yang dibeli teman. Kalau mau gampang ya bisa beli ditempat dia beli, yaitu Jakarta. Pohon cemara afrika ini cakep dan cocok untuk dijadikan pohon Natal karena bagian bawah gendut dan mengerucut keatas. Cuman karena belinya di Jakarta, mikir-mikir jauh dan macet cuman untuk beli pohon.

3. Ketiga cemara udang. Entah kenapa disebut udang mungkin karena bentuknya lebih mirip cemara yang dibonsai. Ini malah ga cocok sama sekali dengan pohon Natal.

Istri coba nyari-nyari di Green Mall (sebutan kumpulan penjual bunga di deket rumah). Dan ga nemu pohon yang bagus. Ternyata cari cemara pas ngga gampang juga. Sebagai temporary measure sambil dapet yang pas, maka pohon kamboja di depan rumah pun dihias dengan lampu kelap-kelip. Lumayan menghibur anak sementara walaupun akhirnya dia nanya “Papa itu Christmas tree Misael ?”, “Nggak Mis… tunggu ya”, jawab saya.

Sambil nunggu pohon cemara, pohon kamboja dibikin kelap-kelip
Sambil nunggu pohon cemara, pohon kamboja dibikin kelap-kelip

Akhirnya, minggu 21 Desember pagi kami pergi ke Green Mall lagi dan menemukan Cemara yang pas. Namanya Cemara Kipas dari Medan. Bagian bawah gendut dan mengerucut keatas. Daun-daun melebar seperti kipas. Kata pemilik nurserynya, pohon itu baru datang beberapa hari yang lalu. Karena sudah puas melihat-lihat, maka langsung beli dan minta dibantuin untuk menanam. Sore harinya, pohon setinggi 100 cm-an itu ditanam halaman depan rumah.

Ini dia pohon natal dari cemara hidup
Ini dia pohon natal dari cemara hidup

Setelah lampu dari pohon kamboja dipindahkan ke cemara, dan aksesories ditambahkan, jadilah Christmas tree. Tidak lupa dengan bintang dipucuk pohon yang dibuat dari kawat yang ditekuk-tekuk dan diberi lampu.

Suasana Natal tahun ini berbeda. Walaupun inti Natal bukan di pohon tapi di berita Natal. Kelap-kelip pohon itu dimalam hari membuat halaman lebih hidup dan rumah lebih tentram.

Merry Christmas
Merry Christmas

Semoga pohon cemara kecil ini bisa hidup dihalaman rumah. Dengan harapan tahun depan kami bisa foto lagi disamping pohon ini.

Merry Christmas from Jo Dinatas for you and family.