Category Archives: Ringkasan

Enjoyable Bali – Intro

From the cold air of a forest on 1450 meters high to the hot temperature on pristine beach, we spent a total of 421.4 km on the road to the north center, east and south of the island with 32 liters of gas supply. For 5 days, 4 people stayed in 3 hotels as 1 family who really enjoyed Bali, so much.

Terus terang ini adalah kali pertama kami ke Bali sekeluarga. Sebelumnya saya atau istri ke Bali hanya kalau ada acara kantor. Tiap hari ya isinya workshop, training, meeting atau apapun itu. Tidak heran kalau kami kenal Bali cuman itu itu saja, Kuta dan Kuta lagi. Bali pasti isinya bukan itu saja, maka untuk jalan-jalan ini kami ingin ke tempat yang berbeda. Istri sayalah yang menyiapkan itinerary dan dia tahu kalau saya suka nature, ke gunung atau dataran tinggi, jadi dia pilihkan Ubud. Sedangkan dia sendiri suka tempat yang ada airnya, apakah itu danau, bendungan, pantai atau tempat dengan air. Maka untuk dirinya sendiri, dia memilih Amed, desa kecil di pesisir Bali Timur. Anak-anak belum punya preferensi. Kita tanyakan ke mereka apa mereka suka atau tidak dengan pilihan kita seraya membujuk. Dan mereka mengangguk saja. Karena bagi anak-anak yang hampir 6 dan 2 tahun, yang penting adalah kolam renang dan bermain pasir. Selebihnya mereka ngikut.

Rute Bali
Rute Bali

Mobil sewaan sesuai pesanan sudah stand-by di area penjemputan begitu landing sekitar pukul 10 pagi. Setelah semua bagasi dimuat dan bensin diisi penuh, kami langsung nyetir menuju Ubud. Bagi saya waktu itu adalah kali pertama nyetir di Bali. Oleh karena itu HP selalu tertancap dengan charger mobil yang dibawa dari rumah, agar bisa terus mantengin Google Maps yang dipercaya penuh (karena tidak tahu jalan sama sekali) untuk mengantar ke hotel di Ubud. And so the adventure begun that day, on June 30th.
Rute kami selama di Bali seperti gambar diatas, click beberapa link dibawah ini untuk membaca apa yang kami alami di hotel, tempat makan dan juga tempat wisata selama 5 hari 4 malam di Bali.

Menikmati fasilitas hotel juga termasuk agenda liburan. Ini hotel selama di Bali:
Bakung Ubud Resort and Villa
Puri Wirata Resort and Spa
Grand Barong Resort Kuta

Tempat makan, bahkan untuk makan siang dan malam:
Warung Bintang Bali dan Café Resto Ubud yang lain
Warung Taman Gemitir
Warung Sabar Amed
Brazilian Aussie BBQ Kuta

Tempat wisata. Memang bukan tipe kami untuk mengunjungi banyak tempat. Kami lebih suka berlama-lama di satu tempat, senikmat-nikmatnya.
Kebun Raya Bali / Eka Darma Botanical Garden
Sunset dan Sunrise di Amed

Chiang Mai, Thailand

Liburan kali ini ditrigger oleh setidaknya tiga hal. Pertama, sudah lebih satu tahun tidak liburan bersama. Terakhir kali ke Jepang waktu Sky masih di dalam perut mamanya 5 bulan. Kedua, milleage KF yang terancam expire kalau tidak digunakan bulan April ini, jadi waktunya redeem. Ketiga, yang terakhir, mari kita liburan sebelum Sky berusia dua tahun, sebelum ongkos pesawatnya naik.

Lalu kenapa Chiang Mai, bukan yang lain?. Sebenarnya Taiwan adalah tujuan awalnya, tapi karena waktu mengurus visa yang mepet, ditambah lagi paspor masih kepakai business travel, maka tidak mungkin bisa mengurus visa. Jadi kita putuskan untuk tidak ke Taiwan dan mencari tujuan lain.

Desember lalu, mantan bos saya berkunjung ke Jakarta dan menceritakan travelingnya ke Sukothai, Thailand. Beberapa waktu kemudian, harian Kompas Minggu mengulas Chiang Mai dalam satu halaman penuh. Dari situ kami putuskan untuk ke Thailand. Selain tidak perlu mengurus visa, sudah ada dua sumber yang menceritakan tentang Thailand.

Tapi pertanyaannya, mengapa Chiang Mai? Bukankah banyak kota atau tempat populer di Thailand seperti Bangkok, Pattaya, Phi Phi Island? Jawabannya simple: memilih untuk tidak main stream, banyak wisata di pegunungan, tidak ramai dan ada saudara di Chiang Mai yang bisa dikunjungi.

Ini dia peta perjalanan 5 hari kami di Chiang Mai, Thailand. Akomodasi kami, Hotel Empress Chiang Mai (rate booking.com = 8.4, sangat value for money). Sewa mobil di Budget Catcher (ini facebook linknya).

Jalan kaki di musim panas  ? sedia air banyak-banyak
Jalan kaki di musim panas: Udara panas dan kering, sedia air banyak-banyak. 7-evelen adalah tempat mendinginkan badan. (Illustrasi rute, jalan sebenarnya berkelok-kelok, bukan lurus)
Luar kota: Nyetir 104 km selatan Chiang Mai. Jalanan lebar dan mulus sampai ke atas gunung.
Luar kota: Nyetir 104 km selatan Chiang Mai. Jalanan lebar dan mulus sampai ke atas gunung. (Illustrasi rute, jalan sebenarnya berkelok-kelok, bukan lurus)

Itinerary ringkas kami sebagai berikut:

Day 1: Royal Park Rajapruek, Night Safari.

Day 2: In city 3-must see wats: Wat Chedi Luang, Wat Phra Singh, Wat Chiang Man

Day 3: Doi Suthep National Park, Huay Tung Tao Lake

Day 4: Doi Inthanon National Park

Day 5: Chiang Mai Museums : Art & Cultural, History Center, Lanna Folklife, Shopping Mall, Night Bazar

Sebagai penutup kalau saya ditanya “Apa kesan kamu terhadap Chiang Mai?”. Jawab saya, Top 10 impression terhadap Chiang Mai adalah:

1. Bersih, seluruh kota bersih. Bahkan Night Bazar pun bersih, kios-kios rapi tertata. Tidak ada sampah. Amazing!!

2. Tidak ada macet, pengendara mobil dan motor jauh lebih disiplin. Untuk taksi masih ada sih yang main potong jalan.

3. Infrastruktur jalan ke daerah wisata sangat baik. Jalan lebar dan mulus seperti jalan tol.

4. Sim A Indonesia berlaku buat visitor. Jadi ga perlu sopir, cukup bawa sendiri.

5. Foto Raja dan Ratu yang sedang berkuasa ada dimana-mana (literally). Rakyatnya mencintai Raja dan Ratunya luar biasa. Uang kertas bagus, tidak lecek. Jangan sampai menginjak uang kertas, biar tidak sengaja, karena disitu ada foto Raja. Kalau dilaporkan warga, bisa berurusan dengan Polisi.

6. Harga makanan murah dan enak. Tidak sulit mencari makanan enak dan murah. Harga makanan lebih murah dari Jakarta. Vegetarian tidak akan susah nyari menunya. Menu beef tidak umum, tapi pilihan menu terbatas. Menu pork dan seafood dimana-mana.

7.Baik di rumah makan pinggir jalan, atau rumah makan dengan label TRIP ADVISOR 4 years winner, atau di dalam mall, harga tidak beda jauh.

8. Tidak lihat ada polisi dijalan-jalan, bahkan di tempat keramaian/wisata. Aman.

9. Kota ini punya taman kota. Tempat untuk olah raga dan bermain anak. Pemkotnya menempatkan alat-alat fitness di taman kota, bahkan di kolong fly over.

10. Kota ini membuat warganya aware tentang ASEAN. Bendera negara anggota ASEAN + bendera ASEAN dipasang (masih inget benderanya apa?). Mulai didepan kantor polisi, pertunjukan tari, sampai di arena Tiger Show. Warganya dibikin aware kalau nyari kerjaan ga harus di dalam Thailand.

Itulah kota kecil Chiang Mai.

Japan

Jalan-jalan kali ini memang bisa dibilang sangat spesial buat sekeluarga. Berasa spesial karena pilihannya benar-benar yang dipengenin sama istri. Setelah 9 tahun akhirnya dia bisa kembali lagi ke Jepang. Senang rasanya bisa mewujudkan keinginan yang udah lama sekali dibatin. Dulu istri sempet ngalamin hidup setahun di Jepang, saat nerima beasiswa dari kampus. Kalau dulu sendiri, sekarang dia datang bersama suami, anak dan baby usia 5 bulan diperut.
Sejak pesawat Air Asia X dari KL mulai mendarat di Haneda, dia tidak henti-hentinya senyum. Yang membuat lebih spesial lagi karena sekalian  merayakan ultah istri ditempat yang paling dia suka. So itu alasan mengapa Jepang, bukan yang lain. It is about for Her.

Kami landing 50 menit lebih awal di terminal internasional Haneda. Flight siang hari oke juga. Rasa makanan di pesawat juga enak. Kami pesan 2 menu, satu makan siang dan satu lagi makan malam. Harga makanan pre-order sangat affordable.
image
Selama perjalanan, Misael sibuk mewarnai kalau tidak ya tidur atau main game. Dengan tenang dia mau pakai seat belt. Sudah makin besar, makin ngerti. Setelah bagasi keluar, kami nunggu shuttle bus sebentar untuk selanjutnya menuju ke terminal 2 domestik. Saat itu sudah pukul 23:30. Jadi memang dari awal kami memilih untuk menginap di hotel bandara, Haneda Excel Tokyu. Lebih baik menginap daripada memaksakan diri ke Tokyo tengah malam. Pertimbangannya cuman ongkos transport. Karena di jam semalam itu, cuman bisa pakai taksi karena train bandara ke Tokyo sudah tidak beroperasi di tengah malam. Memaksakan pakai taksi bisa bikin budget liburan 10 hari berantakan. Lagipula dengan nginap di hotel bandara kami bisa langsung melepas semua penat setelah total 12 jam penerbangan dari Jakarta.

Orang hotel sangat ramah dan sopan. Kami mendapat kamar non-smoking dan begitu happy melihat kasur. View dari jendela adalah parkiran pesawat. Dari google ketahuan kalau jendela menghadap timur jadi bisa melihat sunrise.
image

Sepanjang sejarah kami jalan-jalan, ini kamar hotel terbaik (karena tidak ada opsi lain). Walaupun harga semalamnya bisa dipake buat 3 malam di Ueno, tapi memang begitulah demi fresh start esok hari. Selain itu, menginap lebih baik daripada buang duit naik taksi yang tarif buka pintunya saja seharga 710 Yen (70rb rupiah). Ga kebayang berapa ribu Yen dikasih ke sopir taksi untuk 20 KM dari Haneda ke Tokyo.

Di hotel, pelayan yang nganterin tas adalah seorang perempuan. Tubuhnya kecil juga bersuara kecil. Menurut istri, di Jepang cewe-cewe banyak bersuara (dibikin) kecil supaya ada kesan imut, cute. Ga tega lihat tubuh sekecil itu ngangkat koper 29 inch seberat 23 KG, langsung aja aku angkat masuk ke kamar. Dan dia ngasih tahu dengan sopan “It is my Job”. Istri berbisik “Biarkan saja, dia bisa dipecat kalau ketahuan ga ngerjain tugasnya”. Oo….gitu.
image

Mandi… itu yang pertama dilakuin, beban badan serasa ilang setengah setelah diguyur air anget. Hotel ngasih Yukata yang bahannya enak dipakai tidur. Singkat kata, 2 Mei sekitar pukul 2 dini hari kami tertidur. Di kamar twin, istri tidur di bed sendiri biar ga ketendang Misael. Pulas…

To be honest, itinerary selama di Jepang dibikin oleh istri. Saya ngga ikut-ikutan, istri udah arrange sebanyak mungkin tempat yang dikunjungi dan selama mungkin bisa menikmati setiap tempat yang didatengin.

Part I – MEGA CITY TOKYO

2 Mei : Check-in hotel di Sardonyx Ueno, Asakusa, Kaminarimon Gate, Sensoji Temple, Sumidagawa River Cruise dengan Suijobus

3 Mei : Hiking ke Mt.Takao dan ke Tengu-sha (shrine dewa Tengu)

4 Mei : Ikebukuro (Amlux Toyota Showroom), Sunshie City, Shinjuku (naik ke observatory floor Tokyo Metropolitan Government Building)

5 Mei : Gereja di Suidobashi (GIII), Harajuku (Takeshita Street), Meiji Jingu Shring di Yoyogi Park, Shibuya

6 Mei : SPECIAL DAY!!! Istri ultah, seharian di Disneyland Park

Part II – PORT CITY YOKOHAMA

7 Mei: Tokyo Imperial Palace (Nijubashi Bridge), pindah ke Yokohama dan dinner di Osanbashi Pier Yokohama

8 Mei : Chinatown Chukagai Yokohama, Sea Bass Cruise ke Minato Mirai, Aka Renka dan Osanbashi Pier

Part III – CULTURE CITY KYOTO

9 Mei : Pindah ke Kyoto dengan Shinkansen, Sanjusangendo temple (1001 Buddhist images), Kiyumizudera temple

10 Mei : Arashiyama (northen Kyoto), Togetsukyo Bridge, Bamboo Grooves

11 Mei : Fushimi Nari Shrine, Kyoto Tower, travel ke Kansai Airport Osaka

Sejak satu bulan sebelumnya, istri sudah mulai menyusun itinerary. Hari ini, free informasi bisa didapatkan begitu banyaknya dari internet. Bahkan jadwal transportasi Jepang pun bisa diakses online. Ketepatan waktu dari sistem transportasinya menjamin planning yang oke. So, itu juga alasan mengapa kami prefer tidak menggunakan jasa agen perjalanan, karena ingin lebih menikmati liburan sebagaimana mestinya, our style.

Link di tiap tanggal menuju ke posting cerita masing-masing. Please subscribe for alert of new posting.