AMD_7279

Enjoyable Bali – Puri Wirata Resort and Spa, Amed

Begitu check-in nama istri saya sudah ada terpampang di papan receptionist. Setelah cek in barulah kami tahu kalau tinggal di kamar nomor 3, yang ternyata satu dari dua kamar favorit di Puri Wirata. Mengapa favorit? karena kamar No.3 dan No.4 punya roof top dengan pemandangan langsung ke laut. Roof topnya dilengkapi empat kursi berjemur dan dua payung besar. Kamar ini juga strategis karena restoran dan kolam renang persis disebelahnya. Selain itu mobil bisa persis diparkir dibelakangnya. Hasilnya, kami tidak perlu jauh-jauh dan capek untuk mengangkut koper gede-gede.
Resort ini punya dua kolam renang. Satu kolam di depan restoran punya kedalaman 3 meter dan kolam lainnya hanya 1.5 meter. Kolam yang paling dalam sering dipakai untuk kursus diving.

IMG-20150717-WA0014 IMG-20150717-WA0017 IMG-20150717-WA0009 IMG-20150717-WA0011

Kami sampai di Puri Wirata sekitar pukul 16:30, dan setelah barang-barang masuk kamar kami keluar ke belakang hotel untuk ke pantai. Saat itu air sedang surut, jadi bisa berjalan agak ke tengah. Pantai di belakang hotel bukan pantai berpasir tapi berbatu. Sebenarnya sedikit kecewa karena yang diharapkan adalah pantai berpasir, karena image pantai dikepala adalah pasir. Saat ketemu berbatu… kecewa. Walau demikian, ada positifnya yaitu tidak perlu repot2 untuk membersihkan diri dari pasir pas kembali ke kamar. Sore itu kami habiskan di tepi pantai berbatu, duduk disana, nyanyi-nyanyi dengan anak-anak, main lempar-lempar batu sambil melihat sunset. Suasana disana sangat tenang. Tidak banyak orang, benar-benar tempat escape yang pas, yang kami cari.

Sunset dari Puri Wirata Langit malam dari taman di Puri Wirata Kolam renang 3 meter Puri Wirata dari sisi pantai Full moon saat di Puri Wirata
Sunset dari Puri Wirata

Kembali ke soal kamar. Saat masuk kamar pertama kali, kami terkesan dengan kasur twin bed yang dilengkapi dengan kelambu. Tidak hanya itu, ada autan dan obat nyamuk elektrik. Jangan-jangan hotel ini banyak nyamuknya, jadi keluar masuk pintu atau balkon kami selalu segera menutupnya kembali. Tapi setelah dipikir-pikir (dan memang benar apa yang kami tebak), kalau banyak tamu bule yang senang tidur dengan pintu balkon terbuka. Dengan begitu mereka tidur sambil dengar deburan ombak, sounds very nice. Oleh karena itu hotel sediakan tiga lapis perlindungan nyamuk: obat nyamuk elektrik, autan dan kelambu. Buat kami, demi rasa aman dan nyaman, tutup balkon dan pakai AC baru bisa tidur.

Malam itu kami bingung mau makan dimana. Walaupun nama Warung Sabar terlihat di Trip Advisor, tapi tidak lokasinya. Kami menelusuri jalan masuk kembali. Dan kami putuskan untuk beli makanan di restoran GRILL yang terlihat homy dan juga ramai. Menu disana bisa dibilang mahal. Apa boleh buat, mahal mungkin karena tempatnya juga terpencil. Kami pesan sate ayam dan kebab untuk take away. Sesampainya di hotel, perasaan campur aduk karena porsi yang sangat minimal. Sate ayam dan kebab semua tampak seperti sate saja, cuman 4 tusuk masing-masing. Saus cuman sesendok makan dan nasi cuman sekepal, kira-kira 3x suap orang dewasa. Jadi lebih baik jangan ke resto ini, sama sekali tidak value for money. Ditengah perasaan “rugi” seperti itu, kita tetap bersyukur karena masih ada makanan. Dan pasti tidak akan kembali ke resto itu.

Sunrise dari Puri Wirata   Bangun tidur dan duduk di tepi pantai   Main pasir   Renang   Capek lalu tertidur di siang hari yang panas   Renang   Renang
Sunrise dari Puri Wirata

Pagi harinya, saya dan Sky bangun lebih awal. Dan kami langsung ke belakang hotel untuk melihat sunrise. Saat itu menjelang pukul 7 pagi, matahari sudah agak tinggi dari permukaan air laut tapi belum begitu panas. Air laut masih pasang, jadi batas pantai yang kemarin sore kami lihat dibawah, pagi itu tidak terlihat lagi. Kami hanya sebentar disana dan segera kembali ke kamar.

Sarapan di Puri Wirata bukan model buffet melainkan paket menu sarapan dan ala carte. Kita diminta memilih menu, apakah home made bread atau mie goreng ayau nasi goreng. Lalu memilih fruit platter atau fresh juice. Dan terakhir milih 2 eggs anyway (terserah mau diapain: boiled hard/soft, omelet atau scrambelled. Karena jatah breakfast untuk dua pax, maka kekurangannya ditutupin sama ala carte. Dari sisi menu, pilihannya cukup buat sarapan. Setelah sarapan kami santai kembali ke kamar, kemudian renang, lalu makan siang dan mencari pantai berpasir untuk menikmati sunset. Kami menikmati liburan yang seperti ini. Tidak ada target harus ke objek wisata manapun yang penting bisa menikmati waktu liburan.

Pada waktu check out, kami terpukau dengan pajak hotel, yaitu 20%. Walaupun demikian, rate permalam di Puri Wirata lebih murah jika dibandingkan dengan resort yang lain di Amed, so still good place to stay.

Click untuk kembali keĀ Enjoyable Bali – Intro

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *