DSC02486

Enjoyable Bali – Grand Barong Resort

Letaknya di Poppies Lane 2 Kuta. Walaupun seperti tersembunyi di gang yang kecil, tidak disangka bagian dalamnya sangat luas. Menurut saya Lagoon Poolnya benar-benar innovative dan  menarik. Baru kali ini saya lihat balkon kamar nyambung dengan kolam renang.

Ini merupakan hotel terakhir dari rangkaian perjalanan di Bali. Stay di Kuta tidak pernah menjadi rencana awal. Hotel inipun kami cari melalui booking.com setelah kami putuskan untuk menginap di daerah Kuta untuk hari terakhir demi lebih dekat dengan bandara. Kamarnya hotel ini memang paling kecil kalau dibandingkan dengan dua hotel sebelumnya (Bakung Ubud dan Puri Wirata). Tetapi balkonnya bagus karena dilengkapi dengan bangku panjang dari rotan sintetis dan dua bantal besar untuk leyeh-leyeh santai.

Kami pergi dari Amed sekitar pukul 2 siang setelah makan. Lalu mampir sebentar ke Taman Ujung dan selanjutnya ke Kuta. Kami sampai Grand Barong lewat pukul 6 sore dan suasana saat di Kuta memang sangat ramai. Berbeda dengan hari-hari sebelumnya saat menginap di tempat terpencil. Malam itu kami makan di Brazilian Aussie BBQ yang jaraknya cuman 10 menit jalan kaki dari hotel. Dan setelah makan kenyang, tidak tunggu waktu lama, kami berempat tertidur karena capek.

Pagi hari nya kami sarapan dan takjub dengan Lagoon Poolnya. Kolam renang yang lebih enak dipakai untuk berendam. Dan tiap kamar di lantai bawah punya akses langsung ke kolam renang dari balkonnya. Jadi seperti ada tangga langsung masuk ke dalam kolam renang. Pagi itu kami akhirnya merasakan sarapan ala hotel. Banyak menu makanan, buffet dan juga ada cereal buat anak-anak. Untuk rasa, menurut saya standar hotel jadi bisa dibilang enak.

Setelah makan kami bergegas ke pantai Kuta sambil membawa peralatan main pasir yang dibawa dari rumah. Butuh jalan sekitar 15 menit dari hotel untuk sampai ke tepi laut. Sesampainya di pantai Misael sudah sangat girang. Main pasir hanya awal, selebihnya dia bermain air laut. Sky tidak begitu menikmati laut seperti kakaknya. Dia takut. Apalagi saat ombak yang mencapai pantai itu kembali lagi. Sky lari menjauh dari air, karena pasir yang dipijaknya ikut kembali kelaut. Misael basah kuyup, Sky tidak seberapa.

Bermain pasir
Pemanasan dengan bermain pasir
IMG-20150717-WA0008
Mengambil air untuk sand castle
DSC02472
Misael kegirangan, adiknya ketakutan

Kami tidak lama main disana, kira-kira satu jam saja, dari pukul 8 ke 9 pagi. Selain karena matahari makin panas, kami juga ingin segera kembali ke hotel untuk menikmati Lagoon Pool selama mungkin. Dan kami disana hingga pukul 11 siang lalu check out sekitar setengah satu.

Ada satu hal lagi yang sangat menguntungkan kami, yaitu “diskon” kamar hotel. Mulanya begini, saya booking kamar superior yg artinya dapat kasur ukuran double. Untuk kami berempat, kasur double dijamin sempit dan bikin ga bisa tidur. Jadi saya tulis kalau saya request kamar twin sebagai preferensi. Kemudian saya mendapatkan email dari Grand Barong Hotel bahwa untuk kamar twin, saya diharuskan membayar extra 200 ribu karena itu dianggap upgrade kamar ke deluxe. Dan saya reply kalau saya bersedia membayar extra untuk twin bed. Pada waktu check out saya minta invoice dari Grand Barong dan ternyata saya hanya di charge harga awal (tanpa tambahan 200 ribu). Saya ceritakan juga ke receptionist apa adanya kalau saya mendapat email dari hotel untuk  bayar extra karena kamar twin bed. Tapi jawaban dari receptionist itu membahagiakan kalau saya tidak perlu bayar extra. Jadi saya bebas dari rasa bersalah kalau tidak memberitahu dia, disaat yang sama kami bergegas pergi, sebelum dia berubah pikiran.

Pelayanan baik, harga murah, lokasi mantab, kamar bagus, fasilitas keren… itu yang bikin kami akan kembali ke hotel ini kalau ke Bali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *