Warung Bintang Bali

Enjoyable Bali – Warung Bintang Ubud dan restoran lainnya

Menu Western dan Indonesian di harga mulai 25 ribu hingga 60 ribu. Rasa enak, dan porsi pas. Termasuk ranking 12 Trip Advisor pada waktu kami di Ubud awal Juli 2015.

Hari pertama kita di Ubud kami habiskan dengan jalan-jalan. Trip Advisor memang benar—benar jadi eyes and ears untuk melihat makanan apa yang enak, murah, value for money dan tidak jauh-jauh dari hotel. Dari Trip Advisor kami menemukan satu warung yang beneran tidak jauh dari hotel (jauhnya sekitar 5 menit nyetir), namanya Warung Bintang Bali (peringkat 12 dari 500 restoran di Ubud). Harga makanan yang murah dan enak menurut saya yang bikin tempat ini begitu dikenal. Kami makan disini dua kali, yaitu makan siang pertama dan makan siang terakhir di Ubud. Sebagai gambaran, makan dan minum untuk tiga orang habis sekitar 120 ribu saja (bandingkan dengan makan di Solaria untuk tiga orang). Menunya lebih ke arah Western dan Indonesian. Menu yang kami coba adalah Grilled Chicken, Small Rib, Spagetti Chicken and Cheese. Semuanya enak!.

Tempatnya di memang tidak besar, 25 orang bersamaan akan bikin warung ini terlihat penuh. Dekorasinya hippies, pemandangan sawah dan cuma terima uang tunai. Penyajian makanan memang sedikit lama sekitar 20-30 menit, jadi butuh kesabaran. Jangan bandingan dengan restoran di bandara atau di kota besar yang sudah ada pre/half cooked. Disini semua dibikin dari mentah. Dan sebenarnya itu yang bikin kualitas makanannya lebih baik. Lagian, saat di Bali, kita memang tidak perlu buru-buru, santai saja. Saat kita ke Amed, kita harap menemukan warung yang sebagus Bintang Bali Ubud.

Map di Trip Advisor hasil inputan orang untuk Warung Bintang tidak akurat. Lokasi di google ada di 8°28’55.0″S 115°16’14.5″E yang saya save langsung di lokasi.

Hari pertama memang santai, cuma keliling-keliling Ubud. Setelah makan siang di Warung Bintang, kami menuju Café Le Petit Paris yang lokasinya di jalan menuju Monkey Forest. Kesulitan dengan membawa mobil cuma satu, yaitu cari tempat parkir karena jalan yang sempit. Jadi sore itu kami parkir di depan Monkey Forest lalu jalan naik menuju cafe. Tidak jauh, hanya sekitar 7 menitan. Menurut kami, Ubud paling pas dijalanin on-foot atau strolling dengan motor.

Afternoon coffee
Afternoon coffee

Duduk dibelakang Café ini bikin ngantuk karena angin semilir dari sawah berhembus masuk. Secangkir kopi bali, mango lassie dan coklat panas cocok buat nemenin sore hari. Dan saya pun bisa turun ke sawah, jalan di pematangnya untuk melihat-lihat. Tentu saja, anak-anak langsung mengikuti. Trip Advisor memang trusted partner untuk cari informasi makan-minum di tempat yang sama sekali kita tidak tahu. Terus terang walaupun dekat dengan babi guling Ny Oka, saya tidak mampir kesana. Bagi saya terlalu asin, tidak bisa dinikmati, bisa kena darah tinggi nanti 🙂

Warung Bintang Bali kami pandang sebagai warung yang benar-benar value for money. Selain itu kami juga makan di warung lain sekedar coba-coba. Dan ada satu tempat yang kami coba dan tidak direkomendasikan karena tidak value for money dan rasa tidak enak sama sekali. Namanya Bandega, di Jalan Raya Ubud. Kami coba sate babi disana. Porsi kecil, tidak ada rasa bahkan sate disajikan tidak panas. So far, Warung Bintang masih ada di top of mind.

Setelah check out di Bakung Ubud, kami makan siang dulu di Warung Bintang Bali supaya hati senang, puas dan kenyang sebelum melanjutkan 3 jam perjalanan ke Amed.

Find more info of this place from Trip Advisor link here http://www.tripadvisor.co.id/Restaurant_Review-g297701-d4297784-Reviews-Warung_Bintangbali-Ubud_Bali.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *