UBD_6861

Enjoyable Bali – Kebun Raya Bali

Kebun ini luar biasa mengagumkan besarnya. Hutan Pinus adalah tempat favorit saya.

Kebun Raya Bali memang tidak di daerah Ubud. Kalau lihat peta, letaknya di utara Ubud, di daerah Bedugul dekat dengan gunung dengan waktu tempuh sekitar satu setengah jam saja. Inilah keuntungan dengan menyewa mobil, bisa kemana saja, jauh sekalipun. Sepanjang perjalanan, saya katakan ke istri kalau Monkey Forest bikin mupeng. Pengen masuk kesana dan jalan di hutannya tapi kalau bisa tanpa monyet, which is gak mungkin. Males banget kalau ada monyet yang ngerjain kita, mending ga usah.

Tetapi keinginan itu terpenuhi begitu masuk kebun raya. Mata saya langsung jadi ijo. Banyak ungkapan kekaguman yang saya ucapkan sembari memasuki area kebuh setelah dari gate. Kemegahan kebun makin diperjelas dengan patung-patung cerita Ramayana yang ukurannya sangat besar dan detil. Berbekal peta yang diberi waktu bayar tiket masuk, kami menelusuri jalan taman dengan tetap di dalam mobil. AC mobil tidak perlu lagi, jendela mobil diturunkan supaya udara dingin dan sejuk diluar bisa masuk dan menyegarkan pikiran.

Sky yang tidak bisa ngelepasin tripod Hutan Pinus    Hutan Pinus    Hutan Pinus    Hutan Pinus    Hutan Pinus    Rose Garden    Rose Garden    Rose Garden    Patung Rahwana    Dibawah pohon cemara    Patung Rahwana
Sky yang tidak bisa ngelepasin tripod

 

 

Hutan Pinus

Tidak semua taman-taman di dalam Kebun Raya kami kunjungi karena luas dan besarnya. Pemberhentian pertama kami di hutan pinus. Mobil cukup diparkir dipinggir jalan lalu kami bermain di hutan pinus. Tempatnya sepi, kami bisa berteriak lepas. Saya minta Misael nyanyi “I am a promise”, lagu graduationnya. Dengan suara keras sambil berdiri di atas batu dia menyanyi dengan suara yang menggema.

Disini juga kami berlarian di tanah yang tertutup dengan daun dan ditumbuhi tumbuhan paku-pakuan. Beberapa kali Sky terjatuh di tanah, tapi tidak ada luka karena permukaan yang soft. Anak-anak bermain hide and seek, sambil ketawa-ketawa. Beberapa kali saya tanya ke mereka dan jawabnya “I am happy”. Dan saya puas dengan jawaban mereka. Tidak jauh dari situ ada pohon beringin tua, terlihat agak spooky tapi memang terlihat bagus. Kami foto dibawahnya. Sambil mempersiapkan kamera Sky main-main tanah dibawah pohon ini dengan senangnya.

 

Rose Garden

Udara makin dingin karena hari makin sore dan mendung. Tidak terasa kalau ada uap air yang keluar saat kita ngomong. Pemberhentian kedua ada di Rose Garden dekat dengan Patung Rahwana. Istri saya senang dengan bunga mawar karena dirumah juga dia merawat mawar. Cuman kenapa di rumah bunga mawarnya kecil-kecil, sedangkan di kebun ini kelopaknya besar walaupun sangat fragile alias mudah rontok. Disini juga pertama kali saya mencium bunga mawar putih yang benar-benar wangi. Selain mawar putih, ada juga merah dan oranye dengan tangkai yang tinggi.

Masih ada banyak taman-taman yang belum kami kunjungi. Yang saya ingat antara lain: taman palem, taman paku-pakuan, aquatic, anggrek, taman bambu, taman adventure dengan high rope dan flying fox. Kami ada di Kebun Raya ini sampai benar-benar jam terakhir. Sebelum pulang, kami kembali ngiterin kebun. Naik kembali ke hutan pinus, turun ke guest house kosong dengan lake view yang magnificent, lalu melalui jalan berkelok-kelok menuju VIP guest house kosong dan akhirnya ke Rose Garden lalu pintu keluar. Kami benar-benar mobil terakhir yang meninggalkan Kebun Raya di sekitar pukul 18:10.

Kami sekeluarga puas dan  ingin kembali lagi ke Kebun Raya yang bagus dan sangat murah. Kami hanya bayar 26 ribu saja untuk dua dewasa dan biaya mobil untuk taman yang seluas ini.

Peta Kebun Raya Bali

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *