11117926_10152939136462739_7894497932326414905_o

Chiang Mai, Thailand

Liburan kali ini ditrigger oleh setidaknya tiga hal. Pertama, sudah lebih satu tahun tidak liburan bersama. Terakhir kali ke Jepang waktu Sky masih di dalam perut mamanya 5 bulan. Kedua, milleage KF yang terancam expire kalau tidak digunakan bulan April ini, jadi waktunya redeem. Ketiga, yang terakhir, mari kita liburan sebelum Sky berusia dua tahun, sebelum ongkos pesawatnya naik.

Lalu kenapa Chiang Mai, bukan yang lain?. Sebenarnya Taiwan adalah tujuan awalnya, tapi karena waktu mengurus visa yang mepet, ditambah lagi paspor masih kepakai business travel, maka tidak mungkin bisa mengurus visa. Jadi kita putuskan untuk tidak ke Taiwan dan mencari tujuan lain.

Desember lalu, mantan bos saya berkunjung ke Jakarta dan menceritakan travelingnya ke Sukothai, Thailand. Beberapa waktu kemudian, harian Kompas Minggu mengulas Chiang Mai dalam satu halaman penuh. Dari situ kami putuskan untuk ke Thailand. Selain tidak perlu mengurus visa, sudah ada dua sumber yang menceritakan tentang Thailand.

Tapi pertanyaannya, mengapa Chiang Mai? Bukankah banyak kota atau tempat populer di Thailand seperti Bangkok, Pattaya, Phi Phi Island? Jawabannya simple: memilih untuk tidak main stream, banyak wisata di pegunungan, tidak ramai dan ada saudara di Chiang Mai yang bisa dikunjungi.

Ini dia peta perjalanan 5 hari kami di Chiang Mai, Thailand. Akomodasi kami, Hotel Empress Chiang Mai (rate booking.com = 8.4, sangat value for money). Sewa mobil di Budget Catcher (ini facebook linknya).

Jalan kaki di musim panas  ? sedia air banyak-banyak
Jalan kaki di musim panas: Udara panas dan kering, sedia air banyak-banyak. 7-evelen adalah tempat mendinginkan badan. (Illustrasi rute, jalan sebenarnya berkelok-kelok, bukan lurus)
Luar kota: Nyetir 104 km selatan Chiang Mai. Jalanan lebar dan mulus sampai ke atas gunung.
Luar kota: Nyetir 104 km selatan Chiang Mai. Jalanan lebar dan mulus sampai ke atas gunung. (Illustrasi rute, jalan sebenarnya berkelok-kelok, bukan lurus)

Itinerary ringkas kami sebagai berikut:

Day 1: Royal Park Rajapruek, Night Safari.

Day 2: In city 3-must see wats: Wat Chedi Luang, Wat Phra Singh, Wat Chiang Man

Day 3: Doi Suthep National Park, Huay Tung Tao Lake

Day 4: Doi Inthanon National Park

Day 5: Chiang Mai Museums : Art & Cultural, History Center, Lanna Folklife, Shopping Mall, Night Bazar

Sebagai penutup kalau saya ditanya “Apa kesan kamu terhadap Chiang Mai?”. Jawab saya, Top 10 impression terhadap Chiang Mai adalah:

1. Bersih, seluruh kota bersih. Bahkan Night Bazar pun bersih, kios-kios rapi tertata. Tidak ada sampah. Amazing!!

2. Tidak ada macet, pengendara mobil dan motor jauh lebih disiplin. Untuk taksi masih ada sih yang main potong jalan.

3. Infrastruktur jalan ke daerah wisata sangat baik. Jalan lebar dan mulus seperti jalan tol.

4. Sim A Indonesia berlaku buat visitor. Jadi ga perlu sopir, cukup bawa sendiri.

5. Foto Raja dan Ratu yang sedang berkuasa ada dimana-mana (literally). Rakyatnya mencintai Raja dan Ratunya luar biasa. Uang kertas bagus, tidak lecek. Jangan sampai menginjak uang kertas, biar tidak sengaja, karena disitu ada foto Raja. Kalau dilaporkan warga, bisa berurusan dengan Polisi.

6. Harga makanan murah dan enak. Tidak sulit mencari makanan enak dan murah. Harga makanan lebih murah dari Jakarta. Vegetarian tidak akan susah nyari menunya. Menu beef tidak umum, tapi pilihan menu terbatas. Menu pork dan seafood dimana-mana.

7.Baik di rumah makan pinggir jalan, atau rumah makan dengan label TRIP ADVISOR 4 years winner, atau di dalam mall, harga tidak beda jauh.

8. Tidak lihat ada polisi dijalan-jalan, bahkan di tempat keramaian/wisata. Aman.

9. Kota ini punya taman kota. Tempat untuk olah raga dan bermain anak. Pemkotnya menempatkan alat-alat fitness di taman kota, bahkan di kolong fly over.

10. Kota ini membuat warganya aware tentang ASEAN. Bendera negara anggota ASEAN + bendera ASEAN dipasang (masih inget benderanya apa?). Mulai didepan kantor polisi, pertunjukan tari, sampai di arena Tiger Show. Warganya dibikin aware kalau nyari kerjaan ga harus di dalam Thailand.

Itulah kota kecil Chiang Mai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *