Tag Archives: Japan

Japan

Jalan-jalan kali ini memang bisa dibilang sangat spesial buat sekeluarga. Berasa spesial karena pilihannya benar-benar yang dipengenin sama istri. Setelah 9 tahun akhirnya dia bisa kembali lagi ke Jepang. Senang rasanya bisa mewujudkan keinginan yang udah lama sekali dibatin. Dulu istri sempet ngalamin hidup setahun di Jepang, saat nerima beasiswa dari kampus. Kalau dulu sendiri, sekarang dia datang bersama suami, anak dan baby usia 5 bulan diperut.
Sejak pesawat Air Asia X dari KL mulai mendarat di Haneda, dia tidak henti-hentinya senyum. Yang membuat lebih spesial lagi karena sekalian  merayakan ultah istri ditempat yang paling dia suka. So itu alasan mengapa Jepang, bukan yang lain. It is about for Her.

Kami landing 50 menit lebih awal di terminal internasional Haneda. Flight siang hari oke juga. Rasa makanan di pesawat juga enak. Kami pesan 2 menu, satu makan siang dan satu lagi makan malam. Harga makanan pre-order sangat affordable.
image
Selama perjalanan, Misael sibuk mewarnai kalau tidak ya tidur atau main game. Dengan tenang dia mau pakai seat belt. Sudah makin besar, makin ngerti. Setelah bagasi keluar, kami nunggu shuttle bus sebentar untuk selanjutnya menuju ke terminal 2 domestik. Saat itu sudah pukul 23:30. Jadi memang dari awal kami memilih untuk menginap di hotel bandara, Haneda Excel Tokyu. Lebih baik menginap daripada memaksakan diri ke Tokyo tengah malam. Pertimbangannya cuman ongkos transport. Karena di jam semalam itu, cuman bisa pakai taksi karena train bandara ke Tokyo sudah tidak beroperasi di tengah malam. Memaksakan pakai taksi bisa bikin budget liburan 10 hari berantakan. Lagipula dengan nginap di hotel bandara kami bisa langsung melepas semua penat setelah total 12 jam penerbangan dari Jakarta.

Orang hotel sangat ramah dan sopan. Kami mendapat kamar non-smoking dan begitu happy melihat kasur. View dari jendela adalah parkiran pesawat. Dari google ketahuan kalau jendela menghadap timur jadi bisa melihat sunrise.
image

Sepanjang sejarah kami jalan-jalan, ini kamar hotel terbaik (karena tidak ada opsi lain). Walaupun harga semalamnya bisa dipake buat 3 malam di Ueno, tapi memang begitulah demi fresh start esok hari. Selain itu, menginap lebih baik daripada buang duit naik taksi yang tarif buka pintunya saja seharga 710 Yen (70rb rupiah). Ga kebayang berapa ribu Yen dikasih ke sopir taksi untuk 20 KM dari Haneda ke Tokyo.

Di hotel, pelayan yang nganterin tas adalah seorang perempuan. Tubuhnya kecil juga bersuara kecil. Menurut istri, di Jepang cewe-cewe banyak bersuara (dibikin) kecil supaya ada kesan imut, cute. Ga tega lihat tubuh sekecil itu ngangkat koper 29 inch seberat 23 KG, langsung aja aku angkat masuk ke kamar. Dan dia ngasih tahu dengan sopan “It is my Job”. Istri berbisik “Biarkan saja, dia bisa dipecat kalau ketahuan ga ngerjain tugasnya”. Oo….gitu.
image

Mandi… itu yang pertama dilakuin, beban badan serasa ilang setengah setelah diguyur air anget. Hotel ngasih Yukata yang bahannya enak dipakai tidur. Singkat kata, 2 Mei sekitar pukul 2 dini hari kami tertidur. Di kamar twin, istri tidur di bed sendiri biar ga ketendang Misael. Pulas…

To be honest, itinerary selama di Jepang dibikin oleh istri. Saya ngga ikut-ikutan, istri udah arrange sebanyak mungkin tempat yang dikunjungi dan selama mungkin bisa menikmati setiap tempat yang didatengin.

Part I – MEGA CITY TOKYO

2 Mei : Check-in hotel di Sardonyx Ueno, Asakusa, Kaminarimon Gate, Sensoji Temple, Sumidagawa River Cruise dengan Suijobus

3 Mei : Hiking ke Mt.Takao dan ke Tengu-sha (shrine dewa Tengu)

4 Mei : Ikebukuro (Amlux Toyota Showroom), Sunshie City, Shinjuku (naik ke observatory floor Tokyo Metropolitan Government Building)

5 Mei : Gereja di Suidobashi (GIII), Harajuku (Takeshita Street), Meiji Jingu Shring di Yoyogi Park, Shibuya

6 Mei : SPECIAL DAY!!! Istri ultah, seharian di Disneyland Park

Part II – PORT CITY YOKOHAMA

7 Mei: Tokyo Imperial Palace (Nijubashi Bridge), pindah ke Yokohama dan dinner di Osanbashi Pier Yokohama

8 Mei : Chinatown Chukagai Yokohama, Sea Bass Cruise ke Minato Mirai, Aka Renka dan Osanbashi Pier

Part III – CULTURE CITY KYOTO

9 Mei : Pindah ke Kyoto dengan Shinkansen, Sanjusangendo temple (1001 Buddhist images), Kiyumizudera temple

10 Mei : Arashiyama (northen Kyoto), Togetsukyo Bridge, Bamboo Grooves

11 Mei : Fushimi Nari Shrine, Kyoto Tower, travel ke Kansai Airport Osaka

Sejak satu bulan sebelumnya, istri sudah mulai menyusun itinerary. Hari ini, free informasi bisa didapatkan begitu banyaknya dari internet. Bahkan jadwal transportasi Jepang pun bisa diakses online. Ketepatan waktu dari sistem transportasinya menjamin planning yang oke. So, itu juga alasan mengapa kami prefer tidak menggunakan jasa agen perjalanan, karena ingin lebih menikmati liburan sebagaimana mestinya, our style.

Link di tiap tanggal menuju ke posting cerita masing-masing. Please subscribe for alert of new posting.