Tag Archives: Sunset

Enjoyable Bali – Amed

Selain umumnya dikenal sebagai tempat snorkeling dan diving, menurut kami pantai yang pristine di Amed adalah tempat yang indah untuk menikmati sunset dan sunrise. Satu tempat, komplit!

Setelah pegunungan, sekarang tiba waktunya kami pindah ke daerah pesisir pantai. Jarak dari Ubud ke hotel di Amed sekitar 66 km. Sebenarnya Amed adalah desa nelayan yang isolated dan miskin sampai sejak tahun 90-an, saat orang mulai tahu Amed sebagai destinasi wisata diving dan snorkeling. Dan sejak tahun itu, ekonomi di daerah ini berkembang. Lokasi Amed ada di Bali Timur. Dari Ubud bisa dicapai sekitar 3 jam.

Kembali Google Maps menjadi penunjuk arah. Kami melalui jalan selebar tiga lajur yang bagus nan mulus. Yaitu jalan Ir Ida Bagus Mantra yang terbentang dari ujung By Pass Ngurah Rai hingga jalan menuju Padang Bai. Selepas jalan lebar dengan suguhan laut, kami mulai lewat jalan naik turun gunung dan berkelok-kelok. Tapi semua jalan bagus, tidak ada jalan yang rusak, berlubang atau bergelombang parah (saya bandingkan dengan daerah Pelabuhan Ratu ke Sawarna Banten). Bali punya kualitas jalan yang sangat baik. Sama seperti pengalaman saat mencari Bakung Ubud, kami juga meragukan lokasi Puri Wirata Resort and Spa. Tapi lagi-lagi Google Maps spot-on, petanya akurat. Setelah menemukan lokasi Puri Wirata, kami nyadar kalau kedua hotel yang kami tinggali so far ini bener-bener mepet dengan POInya. Kalau Ubud mepet sawah, kalau Puri Wirata mepet pantai.

Hari sudah sore, sekitar pukul 16:30 saat kami tiba di Puri Wirata, Setelah tas masuk dan melihat view dari balkon dan roof top, kami turun ke pesisir pantai yang berbatu di belakang hotel. Saat itu air laut sedang surut jadi kami bisa berjalan agak ketengah sambil main lempar batu.

IMG-20150717-WA0009
Pantai berbatu dibelakang hotel. Sky suka lempar-lempar batu.

Saat matahari mulai tenggelam, suasana berangsur menjadi tenang. Kami hanya duduk berempat di atas batu lalu nyanyi-nyanyi lagu kesukaan anak-anak sampai hari menjadi gelap dan bulan muncul dari sisi timur.  Tak lama kemudian banyak bintang mulai terlihat diatas sana.

Keesokan harinya, coba menyusuri jalan dengan mobil setelah makan siang karena ingin tahu ada apa di sekitar hotel.  Sepanjang jalan yang kecil itu kami melihat banyak hotel bagus dan juga sedang dibangun. Kami lihat juga pantai berpasir coklat termasuk lokasi diving “Japanese Shipwreck”. Di satu titik yang cukup tinggi kami berhenti, putar mobil dan parkir. Kami turun sejenak dan melihat laut yang luas disisi kanan, sedangkan sisi kiri garis pantai yang panjang dengan latar belakang bukit. Benar-benar pemandangan yang sangat indah.

Sebelumnya kami juga sempat menepi karena setelah melihat kebawah ada air laut yang jernih berwarna biru kehijauan. Saking beningnya sampai-sampai batu-batu dibawahnya pun terlihat. Beberapa bule juga terlihat mengapung dengan perlengakapan snorkeling. Kamipun turun dari mobil dan menuruni tangga dari batu yang sudah disemen. Tidak ada pesisir pantai atau batu kecil dibawah sana kecuali batu besar yang kita perlu hati-hati saat melangkah dan tidak terburu-buru. Sekali lagi kami dibuat takjub dengan pemandangan laut luas dan yang masih pristine.

Sunset

Saat waktu sudah menjelang sore kami mencari pantai berpasir untuk menikmati sunset dengan background gunung Agung. Kami menemukan tempatnya yang juga tidak jauh dari hotel. Sesampainya disana kami baru sadar kalau di Amed ada banyak variasi pantai. Mulai dari berbatu cadas, batuan kerikil, pasir hitam sampai pasir coklat. Tempat untuk menikmati sunset ini adalah Amed Tulamben. Saat matahari mulai rendah, pemandangan indahpun kembali muncul.  Menurut kami, Amed adalah salah satu tempat yang indah untuk melihat sunset. Anak-anak terus bermain sampai basah kuyup  hingga benar- benar gelap. Kami kembali ke parkiran mobilpun ditemani dengan lampu senter dari HP. Foto ini adalah pesanan istri, karena dia ingin satu gambar yang mewakili kami berempat yaitu gunung, laut, matahari dan langit.

Sunrise

Matahari terbit sekitar pukul 6 pagi. Sambil mengantuk, anak-anakpun kami gendong masuk ke mobil setengah jam sebelumnya, lalu kami menuju pantai yang menghadap timur, yaitu pantai dengan pasir coklat. Sesampainya disana, sepertinya hanya kami berempat yang ada di lokasi sepagi itu. Sebelum kami sampai, langit merah sudah mulai terlihat dikejauhan. Lalu saya menepikan mobil sejak untuk mengambil  foto dari kamera HP. Difoto itu terlihat, saat cuaca cerah, pulau Gili (Lombok) dengan puncak gunung yang bergerigi terlihat dengan jelas.

Sunrise
Menjelang sunrise

Dari tempat saya berdiri untuk mengambil foto diatas, ternyata titik itu tidak jauh dari akses untuk menuju ke pantai, lalu akhirnya kami ke pantai.

Misael masih diliputi rasa kantuk, moodnya masih ga karuan karena di masih ingin tidur. Lain halnya dengan Sky, dia sudah energized walaupun belum begitu cukup tidur.

Tidak lama setelah kami tiba dipantai, mataharipun mulai keluar. Kami bersyukur bisa menikmati satu paket sunrise dan sunset di area yang sama. Bersyukur juga atas alam ciptaan yang sangat indah.

Sebelum meninggalkan Amed, saya sempatkan untuk mengambil pasir pantai untuk ditaruh di akuarium di rumah. Sama seperti saya juga mengambil pasir hitam saat menikmati sunset di Tulamben dengan harapan untuk bisa kembali lagi kesini.